Senin, 22 Agustus 2016

DEKATLAH DENGAN SIAPAPUN

DEKATLAH DENGAN SIAPAPUN

Kehidupan sehari-hari erat kaitanya dengan pergaulan, sebagai seorang manusia kita selalu ingin bergaul dengan orang-orang yang statusnya sama dengan kita atau bahkan lebih hanya untuk sekedar numpang keren. Memang hal itu adalah hal yang wajar karena menurut Abraham Maslow setidaknya manusia mempunyai kebutuhan untuk dihargai yaitu mendapat penghargaan dari orang di sekitarnya dan meruapakan suatu kepuasan tersendiri untuk merasa dihargai oleh orang lain. Manusia memang tidak lepas dari menghargai dan dihargai semua tergantung pada dirinya sendiri yaitu mampu atau tidak untuk menghargai orang lain. Namun yang sering kita lihat bahkan anda sendiri alami yaitu pada umumnya manusia hanya ingin dihargai tanpa menghargai orang lain. Manusia selalu ada dalam bayang-bayang kesombongan dengan hanya mau bergaul dengan hanya orang yang memang sebanding dengan dirinya dengan demikian mereka merasa tingkat prestisius atau personal branding-nya meningkat.
Personal Branding tidak terbentuk dengan siapa kita bergaul tapi Personal Branding terbentuk atas dan dari dalam diri kita. Kita menjadi bernilai positif di mata orang lain karena kita menilai positif orang lain, kita dianggap hebat oleh orang lain karena kita mengakui kehebatan orang lain, dan kita dianggap sebagai orang yang berkualitas karena kita tidak menganggap kualitas orang itu rendah. Semua ada dalam diri kita, semua yang kita lakukan akan menjadi boomerang bagi kita sendiri jika kita berbuat baik maka kita akan mendapatkan balasan yang baik pula, dan apabila kita berbuat buruk maka keburukan juga yang akan kita dapatkan.
Maka inti dari tulisan ini adalah DEKATLAH DENGAN SIAPAPUN, jangan jadikan status sosial sebagai benteng hambatan dalam bergaul. Mengenal banyak orang dengan berbagai status sosial dan kepribadian akan membuat kita belajar memahami nilai sebenarnya dari kehidupan. Nilai kehidupan yang sebenarnya adalah yaitu menghargai apa yang kita punya sekarang tanpa perlu merasa iri kepada orang yang lebih beruntung dari kita karena ingat semua itu hanya bersifat sementara. Tanpa kita sangka mungkin saja orang yang sebelumnya kita pandang sebelah mata malah akan menjadi penolong kita, malah akan menjadi orang yang akan menyelamatkan hidup kita, dan mungkin menjadi orang yang paling berjasa dalam hidup kita selain kedua orang tua kita.

Semoga tulisan ini dapat membuka mata dan hati kita untuk tidak memilih dan memilah pertemanan berdasarkan status sosial, asalkan orang itu baik dan beretika kenapa kita tidak berteman saja dengan mereka, kecuali jika orang tersebut jahat dan tidak beretika baru kita perlu jauhi. Tetapi jika kita mampu merubah orang tidak baik menjadi lebih baik lagi maka itu akan menjadi amal yang baik untuk kita. Terima Kasih.....