DEKATLAH DENGAN SIAPAPUN
Kehidupan sehari-hari
erat kaitanya dengan pergaulan, sebagai seorang manusia kita selalu ingin
bergaul dengan orang-orang yang statusnya sama dengan kita atau bahkan lebih
hanya untuk sekedar numpang keren. Memang hal itu adalah hal yang wajar karena
menurut Abraham Maslow setidaknya manusia mempunyai kebutuhan untuk dihargai
yaitu mendapat penghargaan dari orang di sekitarnya dan meruapakan suatu
kepuasan tersendiri untuk merasa dihargai oleh orang lain. Manusia memang tidak
lepas dari menghargai dan dihargai semua tergantung pada dirinya sendiri yaitu
mampu atau tidak untuk menghargai orang lain. Namun yang sering kita lihat
bahkan anda sendiri alami yaitu pada umumnya manusia hanya ingin dihargai tanpa
menghargai orang lain. Manusia selalu ada dalam bayang-bayang kesombongan dengan
hanya mau bergaul dengan hanya orang yang memang sebanding dengan dirinya
dengan demikian mereka merasa tingkat prestisius atau personal branding-nya meningkat.
Personal Branding tidak terbentuk dengan
siapa kita bergaul tapi Personal Branding
terbentuk atas dan dari dalam diri kita. Kita menjadi bernilai positif di mata
orang lain karena kita menilai positif orang lain, kita dianggap hebat oleh
orang lain karena kita mengakui kehebatan orang lain, dan kita dianggap sebagai
orang yang berkualitas karena kita tidak menganggap kualitas orang itu rendah. Semua
ada dalam diri kita, semua yang kita lakukan akan menjadi boomerang bagi kita
sendiri jika kita berbuat baik maka kita akan mendapatkan balasan yang baik
pula, dan apabila kita berbuat buruk maka keburukan juga yang akan kita dapatkan.
Maka inti dari
tulisan ini adalah DEKATLAH DENGAN SIAPAPUN, jangan jadikan status sosial
sebagai benteng hambatan dalam bergaul. Mengenal banyak orang dengan berbagai
status sosial dan kepribadian akan membuat kita belajar memahami nilai
sebenarnya dari kehidupan. Nilai kehidupan yang sebenarnya adalah yaitu
menghargai apa yang kita punya sekarang tanpa perlu merasa iri kepada orang
yang lebih beruntung dari kita karena ingat semua itu hanya bersifat sementara.
Tanpa kita sangka mungkin saja orang yang sebelumnya kita pandang sebelah mata malah
akan menjadi penolong kita, malah akan menjadi orang yang akan menyelamatkan
hidup kita, dan mungkin menjadi orang yang paling berjasa dalam hidup kita
selain kedua orang tua kita.
Semoga tulisan
ini dapat membuka mata dan hati kita untuk tidak memilih dan memilah pertemanan
berdasarkan status sosial, asalkan orang itu baik dan beretika kenapa kita
tidak berteman saja dengan mereka, kecuali jika orang tersebut jahat dan tidak
beretika baru kita perlu jauhi. Tetapi jika kita mampu merubah orang tidak baik
menjadi lebih baik lagi maka itu akan menjadi amal yang baik untuk kita. Terima
Kasih.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar